Inilah Pendapat Para Pakar dan Ulama tentang Kawin Kontrak

- Minggu, 16 Juni 2019 | 18:52 WIB
Polisi menggerebek rumah di Kompleks Surya Purnama, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (12/6/2019). Dalam penggerebekan itu terungkap tindak pidana perdagangan manusia dengan modus kawin kontrak antara WNA Tiongkok dengan perempuan Kalbar. Polisi menyita barang bukti berupa buku kuitansi mahar nikah serta surat perjanjian nikah. (Jessica Helena Wuysang/Antara Foto)***
Polisi menggerebek rumah di Kompleks Surya Purnama, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (12/6/2019). Dalam penggerebekan itu terungkap tindak pidana perdagangan manusia dengan modus kawin kontrak antara WNA Tiongkok dengan perempuan Kalbar. Polisi menyita barang bukti berupa buku kuitansi mahar nikah serta surat perjanjian nikah. (Jessica Helena Wuysang/Antara Foto)***

Kendati sudah dinyatakan haram oleh Majelis Ulama Indonesia, kawin kontrak tetap saja terjadi. Bagaimana pendapat kalangan akademisi dan ulama?

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM-- Kendati sudah dinyatakan haram hukumnya oleh fatwa Majelis Ulama Indonesia tanggal 27 Juli 2010, kawin kontrak tetap saja terjadi. Fenomena ini muncul kembali menyusul dilakukannya penggerebekan rumah di Kompleks Surya Purnama, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (12/6/2019).

Dalam penggerebekan yang dilakukan Ditreskrimum Polda Kalbar dan Kantor Imigrasi Pontianak itu terungkap tindak pidana perdagangan manusia dengan modus kawin kontrak antara WNA Tiongkok dengan perempuan Kalbar berdasarkan barang bukti yang ditemukan petugas berupa buku kuitansi mahar nikah serta surat perjanjian nikah.

Berikut adalah pendapat para akademisi, juga ulama tentang kawin kontrak.

Ulama Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Dedy Sanjaya:

Dalam ajaran Islam, kawin kontrak atau nikah mut'ah diharamkan.

"Umar telah mengumumkan pengharamannya di hadapan para sahabat pada masa khilafahnya dan telah disetujui oleh para sahabat. Tentu mereka tidak akan mengakui penetapan tersebut, jika pendapat Umar itu salah," kata Dedy Sanjaya di Tanjungpinang, Minggu (16/6/2019).

Haramnya nikah mut'ah juga dikarenakan dampak negatif yang ditimbulkannya sangat banyak. Antara lain bercampurnya nasab, karena wanita yang telah dimut’ah oleh seseorang dapat dinikahi lagi oleh anaknya, dan begitu seterusnya.

Kemudian, disia-siakannya anak hasil mut’ah tanpa pengawasan sang ayah atau pengasuhan sang ibu, seperti anak zina.

"Wanita dijadikan seperti barang murahan, pindah dari tangan satu ke tangan yang lain, dan sebagainya," ucapnya.

Sekretaris Jenderal Koalisi Perempuan Indonesia Dian Kartikasari:

Halaman:

Editor: Rahim Asyik

Tags

Terkini

15 Ciri-Ciri Orang Hamil yang Penting Diketahui

Rabu, 18 Agustus 2021 | 20:47 WIB

8 Cara Memutihkan Ketiak Hitam dengan Bahan Alami

Rabu, 18 Agustus 2021 | 11:45 WIB

8 Perubahan saat Anda Berusia 30 Tahun

Senin, 16 Agustus 2021 | 07:22 WIB
X