Soal Data Covid-19 Surabaya, Cak Eri Tegaskan Tak Ada yang Ditutupi

- Selasa, 3 Agustus 2021 | 17:52 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, sejak awal Pemkot Surabaya selalu transparan dalam menyampaikan data ke publik.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, sejak awal Pemkot Surabaya selalu transparan dalam menyampaikan data ke publik.

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Polemik transparansi data Covid-19 di Jawa Timur terus menggelinding. Salah satu yang disorot adalah beda data kematian di Surabaya yang diumumkan Pemkot Surabaya cukup besar, sedangkan di data yang dipublikasikan Pemprov Jatim cukup minim.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, sejak awal Pemkot Surabaya selalu transparan dalam menyampaikan data ke publik. Melalui situs lawancovid-19.surabaya.go.id, semua data dibuka apa adanya, termasuk pemakaman dengan standar protokol kesehatan.

“Kita buka semua di lawancovid-19.surabaya.go.id, data A sampai Z penanganan Covid-19 di Surabaya. Termasuk data pemakaman dengan prokes, ada 3.800-an. Adakah daerah yang berani (buka) data itu kalau tidak Surabaya?,” kata Eri Cahyadi, Selasa (3/8/2021).

Jumlah RT Zona Merah dan Hijau Kota Surabaya Per 2 Agustus 2021

Pada data di kanal lawan covid19 yang ada di website Pemkot Surabaya, data pemakaman dengan prokes memang ditampilkan. Sempat mencapai di atas 100 kematian per hari, kini tren pemakaman prokes mulai melandai.

“Kita tampilkan, tidak ada yang ditutupi, itu yang pemakaman dengan prokes,” tegasnya.

Penanganan Covid-19 di Surabaya kembali mendapat perhatian publik setelah ramai polemik data Covid-19 di Jatim. Bagaimana cara Pemkot Surabaya menangani pandemi ini?

Dari rangkuman media, selain memasifkan vaksinasi, setidaknya ada lima langkah krusial yang digeber Wali Kota Eri. Pertama, salah satu yang menonjol di Surabaya adalah gencarnya testing dan tracing. Bahkan, testing di Surabaya termasuk yang tertinggi di Indonesia. Data per 3-19 Juli, Surabaya mencapai 99,34 persen target tes sesuai yang diinstruksikan pemerintah pusat. Tracing juga ditargetkan tuntas dalam 1×24 jam.

"Mengapa tes penting? Agar segera bisa dilakukan treatment bila ditemukan kasus positif. Sehingga potensi penularan dan pemburukan kondisi pasien bisa diminimalkan. Jadi bagi kami: angka Covid-19 naik itu bukan sesuatu yang harus ditutup-tutupi, tapi karena kita terus perluas tes dan tracing, agar sedini mungkin dilakukan treatment,” tulis Eri Cahyadi di Instagramnya, @ericahyad_.

Kedua, penyiapan “Rumah Sehat” di setiap kelurahan untuk fasilitas isolasi warga. Hal itu dilakukan untuk memutus potensi penularan lokal di tingka keluarga sekaligus mengurangi potensi pemburukan pasien karena di Rumah Sehat selalu dipantau petugas kesehatan.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

Jadwal Salat Kota Surabaya 12 Agustus 2021

Kamis, 12 Agustus 2021 | 02:59 WIB

Pasien Covid-19 di RSLT Kota Surabaya Nol

Rabu, 11 Agustus 2021 | 14:55 WIB
X