Penjual Bendera di Darmo Mengaku Pembeli dari Instansi Pemerintahan Berkurang

- Selasa, 3 Agustus 2021 | 15:30 WIB
Penjual bendera di kawasan Wonokromo dan Darmo Surabaya. (ayosurabaya/Praditya Fauzi Rahman)
Penjual bendera di kawasan Wonokromo dan Darmo Surabaya. (ayosurabaya/Praditya Fauzi Rahman)

WONOKROMO, AYOSURABAYA.COM -- Sepanjang ruas Jalan Raya Darmo Surabaya mulai semarak dengan penjualan pernak-pernik kemerdekaan. Nuansa warna merah putih dalam bentuk baliho, bendera, spanduk, dan aksesoris lainnya berderet rapi.

Salah satu pengrajin bendera di kawasan Wonokromo, Muhammad Akrom Khozin, menyatakan kondisi pandemi Covid-19 kali ini lebih ramai dibanding tahun sebelumnya yang menurun.

Meski begitu ia sempat mengeluhkan sepinya pemesan yang berasal dari instansi dan pemerintahan di Surabaya dan sekitarnya. 

"(Pemesan) paling banyak dari perkampungan, pemerintahan dan perkantoran ya ada, tapi dikit," kata Akrom, Selasa (3/8/2021).

Akrom mengaku tak tahu apa penyebab sepinya pembeli dari instansi pemerintah. Ia beranggapan, adanya pengalihan anggaran untuk penanganan Covid-19 membuat stok bendera yang dimiliki masih menumpuk.

Menurutnya, mayoritas pembelinya berasal dari perangkat desa atau perkampungan di kota pahlawan.

"(Mayoritas pembeli) RT, ada yang dikoordinir RW juga," ujarnya. 

Akrom berharap pandemi Covid-19 segera usai agar pendapatannya bisa kembali normal.

Kibarkan Bendera Sebulan Penuh

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, meminta arek-arek Suroboyo mengibarkan bendera merah putih selama sebulan penuh dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun Republik ke-76 Indonesia (HUT RI). 

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

Jadwal Salat Kota Surabaya 12 Agustus 2021

Kamis, 12 Agustus 2021 | 02:59 WIB

Pasien Covid-19 di RSLT Kota Surabaya Nol

Rabu, 11 Agustus 2021 | 14:55 WIB
X