Angka Perceraian di Surabaya Menurun, Faktor Utama Akibat Ekonomi dan Perselingkuhan

- Jumat, 30 Juli 2021 | 21:27 WIB
Angka perceraian di Kota Surabaya mengalami penurunan selama pandemi Covid-19. ( freestocks on Unsplash)
Angka perceraian di Kota Surabaya mengalami penurunan selama pandemi Covid-19. ( freestocks on Unsplash)

JAMBANGAN, AYOSURABAYA.COM -- Angka perceraian di Kota Surabaya mengalami penurunan selama pandemi Covid-19. Tercatat, ada sekitar 800 perkara perceraian setiap bulan sedari bulan Januari hingga Juni 2021.  Jumlah tersebut berlangsung setiap bulan dalam kurun waktu setengah tahun.

Panitera Pengganti (PP) Pengadilan Agama (PA) Klas IA Surabaya, Abdus Syakur, menyebutkan sejak awal tahun 2021 angka perceraian per bulan menurun dibandingkan sebelum ada pandemi Covid-19. Menurutnya, salah satu faktor penurunan perkara perceraian itu disebabkan adanya durasi atau jam layanan untuk pendaftaran perkara.

"Sehingga, ada penurunan," kata Abdus, Jumat (30/7/2021). 

Syakur menjelaskan, perkara perceraian pun dilakukan kedua belah pihak. Yakni cerai talak yang diajukan dari pihak suami, serta cerai gugat yang notabene diajukan pihak istri.

Berikut rincian jumlah perceraian setiap bulannya di kota Surabaya sedari Januari hingga Juni 2021:
1. Bulan Januari 2021, total ada 542 perkara perceraian. 376 berasal dari perkara cerai gugat dari pihak istri dan 166 perkara cerai talak dari pihak suami,
2. Bulan Januari 2021, 493 perkara perceraian. 359 perkara diantaranya berasal dari perkara cerai gugat dari pihak istri dan 134 perkara cerai talak dari pihak suami,
3. Bulan Maret 2021, jumlah angka perceraian mencapai 597 perkara, terdiri dari 405 cerai gugat dan 192 cerai talak.
4. April 2021, total 455 perkara cerai yang terdiri dari 143 perkara cerai talak dan sisanya didominasi cerai gugat,
5. Bulan Mei 2021, ada 367 perkara cerai yang terdiri dari 96 cerai talak dan 271 perkara cerai gugat.
6. Juni 2021, total 683 perkara cerai yang berasal dari 509 perkara cerai gugat dan 174 cerai talak. 

"Juli, masih belum kami update (keseluruhan)," ujarnya.

Abdus menjelaskan, faktor yang melatarbelakangi terjadinya perceraian adalah pertengkaran dan perselisihan. Namun, penyebab pertikaian antara pihak suami dan istri antara lain akibat masalah ekonomi, meninggalkan salah satu pihak, dan perselingkuhan

Abdus menyatakan perselingkuhan merupakan salah satu faktor tertinggi penyebab perceraian di kota pahlawan. Menurutnya, faktor perselingkuhan tersebut merupakan awal mula perselisihan dan pertengkaran kedua belah pihak. 

Kendati perselisihan dan pertengkaran merupakan faktor penyebab perceraian yang tertinggi, Abdus menegaskan bukan didominasi perselingkuhan saja. Rupanya, ada pula faktor lainnya.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

Jadwal Salat Kota Surabaya 12 Agustus 2021

Kamis, 12 Agustus 2021 | 02:59 WIB

Pasien Covid-19 di RSLT Kota Surabaya Nol

Rabu, 11 Agustus 2021 | 14:55 WIB
X