Produsen Seragam Sekolah di Surabaya 'Sambat' Dampak Pandemi Covid-19

- Minggu, 25 Juli 2021 | 15:19 WIB
Watik Syahroni bersama para pekerjanya. Akibat pandemi ini, omzet penjualan seragam sekolahnay anjlok. (Ayosurabaya/Praidtya Fauzi Rahman)
Watik Syahroni bersama para pekerjanya. Akibat pandemi ini, omzet penjualan seragam sekolahnay anjlok. (Ayosurabaya/Praidtya Fauzi Rahman)

KREMBANGAN, AYOSURABAYA.COM -- Watik Syahroni seorang produsen seragam sekolah di Surabaya mengaku pasrah dengan kondisi pandemi Covid-19. Dengan terpaksa ia merumahkan sejumlah karyawannya akibat pesanan yang diterima semakin sepi.

Kepada ayosurabaya pengusaha konveksi asal Krembangan, Kota Surabaya itu juga mengaku bingung dengan kebijakan pemerintah selama pagebluk. Mulanya, ia mengaku senang wacana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) akan digelar. Sayangnya, hal tersebut hanya isapan jempol belaka. Meski, ada beberapa daerah yang bisa melakukan hal tersebut.

Ia 'sambat', lantaran bingung dengan kondisi dan kebijakan dunia pendidikan yang tak menentu. Ditambah, pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari keluarganya tak berubah.

Disisi lain, ia sempat mengaku senang lantaran mendapat orderan masker kain yang sempat ramai. Usai pemerintah menyebut bahwa masker kain tak direkomendasikan lagi dan mewajibkan menggunakan masker medis, omsetnya kembali jeblok.

AYO BACA : Dampak Pagebluk, Produsen Seragam Sekolah di Surabaya Rumahkan Pekerjanya

\"Nggih pripun melih, Mas, dilakoni mawon (Mau bagaimana lagi, Mas, dijalani saja),\" kata Watik kepada AyoSurabaya.com, Minggu (25/7/2021).

Selain itu, pengiriman seragam yang telah digarap juga terkendala. Mengingat, pemerintah melakukan penyekatan di sejumlah titik yang membuat pengiriman seragamnya ke beberapa daerah terhambat. 

Tak jarang, ia mendapat komplain dari konsumen tetapnya. Meski begitu, ia tak mengapa. Ia berusaha meyakinkan kepada konsumennya bahwa kondisi saat ini tak seperti sebelum pagebluk.

Selain itu, mayoritas pegawainya juga mengeluhkan keuangan mereka yang kian tak menentu. Mau tak mau, Watik kudu melibatkan mereka kembali dengan mengirimkan garapan kain seragam dengan cara Work From Home (WFH) atau dikerjakan dari rumah.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

Jadwal Salat Kota Surabaya 12 Agustus 2021

Kamis, 12 Agustus 2021 | 02:59 WIB

Pasien Covid-19 di RSLT Kota Surabaya Nol

Rabu, 11 Agustus 2021 | 14:55 WIB
X