Produsen Seragam Sekolah Keluhkan Omzet Menurun Selama Pandemi Covid-19

- Minggu, 25 Juli 2021 | 14:47 WIB
Watik mengungkapkan selama pandemi Covid-19 pendapatannya menurun drastis. (ayosurabaya/Praditya Fauzi Rahman)
Watik mengungkapkan selama pandemi Covid-19 pendapatannya menurun drastis. (ayosurabaya/Praditya Fauzi Rahman)

KREMBANGAN, AYOSURABAYA.COM -- Pandemi Covid-19 memupus harapan Watik Syahroni untuk melebarkan sayap bisnisnya. Sebab, pegiat usaha seragam sekolah di kawasan Krembangan itu justru semakin lesu.

Watik mengatakan, sedari awal pandemi Covid-19, ia merasa dagangannya kian loyo. Kepada AyoSurabaya.com, ia mengaku omzetnya jeblok.

Watik mengungkapkan, hampir 2 tahun dilanda pagebluk, pendapatannya menurun drastis. Ia mengaku, omsetnya menurun hingga 50% lebih dari sebelum pandemi.

Pun dengan para konsumennya di Jatim dan luar pulau. Watik mengaku order yang biasa diterima, justru tak ada sama sekali. Mengingat, seluruh daerah tak menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) selama pandemi Covid-19.

"Menurun, Mas, 50% lebih," kata Watik saat ditemui, Minggu (25/7/2021).

Kendati demikian, ia mengupayakan kondisinya untuk beradaptasi dengan sikon yang ada. Mulai dari merumahkan belasan karyawannya, hingga meladeni pesanan masker.

Untuk masker kain yang sebelumnya ia buat pun juga harus terpuruk. Menurutnya, kebijakan pemerintah dalam penggunaan masker kain di awal PSBB lalu membuat masyarakat bingung, pun dengannya.

AYO BACA : Cara Minum Air Putih yang Dianjurkan untuk Turunkan Berat Badan

Ketika itu, Watik kerap mendapat pesanan masker kain scuba. Hal tersebut menjadi angin segar baginya. Sayangnya, hal tersebut hanya berlangsung beberapa pekan saja lantaran pemerintah menyebut penggunaan masker kain kurang efektif dan lebih menganjurkan masker medis.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

Jadwal Salat Kota Surabaya 12 Agustus 2021

Kamis, 12 Agustus 2021 | 02:59 WIB

Pasien Covid-19 di RSLT Kota Surabaya Nol

Rabu, 11 Agustus 2021 | 14:55 WIB
X