Pedagang 'Degan Ijo' di Surabaya Laris Manis selama PPKM Darurat

- Jumat, 9 Juli 2021 | 18:27 WIB
Lukman Hidayat saat meladeni para konsumennya pada stan Es Kelapa miliknya di kawasan Manyar, Kelurahan Manyar Sabrangan, Kota Surabaya, Jumat 9 Juli 2021. (Ayosurabaya.com/Praditya Fauzi Rahman)
Lukman Hidayat saat meladeni para konsumennya pada stan Es Kelapa miliknya di kawasan Manyar, Kelurahan Manyar Sabrangan, Kota Surabaya, Jumat 9 Juli 2021. (Ayosurabaya.com/Praditya Fauzi Rahman)

MULYOREJO, AYOSURABAYA.COM - Angka positif Covid-19 yang kian bertambah, membuat masyarakat berduyun-duyun mencari alternatif pengobatan dan suplemen makanan untuk menunjang kesehatan. Termasuk menggunakan makanan dan minuman bergizi nan bernutrisi sebagai penunjang kesehatan.

Salah satunya yang paling diburu adalah buah kelapa muda. Di kota Surabaya, kelapa muda kian diburu masyarakat. Baik untuk menjaga kesehatan tubuh maupun untuk pelepas dahaga.

Ketika AyoSurabaya.com mendatangi seorang pedagang di kawasan Manyar, Kelurahan Manyar Sabrangan, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya, stok kelapa muda yang dijajakan ludes terjual. Pedagang bernama Lukman Hidayatullah (27) itu mengaku Degan Ijo (sebutan dari Kelapa Muda) semakin dicari masyarakat.

Sebelum pandemi Covid-19, Degan Ijo yang didatangkan langsung dari Lumajang habis terjual dalam kurun waktu sekitar 2 hingga 3 hari, pun dengan saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. Namun, saat PPKM Darurat, degan ijo yang dijajakan habis tak sampai sehari.

"Biasanya kita sekali kulak (order) 1 pickup, itu isi 500 degan ijo, order dari Lumajang. Dulu (saat PSBB dan PPKM Mikro) biasanya 2 sampai 3 hari baru habis, sejak buka jam 08.00 sampai 20.00 WIB, sekarang setengah haru sudah habis," kata Lukman, Jumat 9 Juli 2021. 

Seiring meningkatnya jumlah permintaan, harga yang dibandrol pun juga meningkat. Lukman mengaku, peningkatan harga degan ijo itu mengikuti harga dari supplyer di kawasan Lumajang, bukan karena semakin diburu.

Lukman menyebutkan, warga sekitar dan setiap pengendara yang melintas mulai memburu degan ijo dalam kurun waktu sepekan terakhir. Namun, ia mengaku tak tahu menahu perihal penggunaan degan ijo untuk Covid-19, seperti isue yang belakangan ini sontar beredar.

"(degan ijo) Terakhir dicari seminggu terakhir, kita jualnya Rp 35.000 per biji, kulaknya naik terus dari sananya (produsen). Biasanya, sebelum covid Rp 25.000 sampai Rp 30.000 ribu per biji, gatau kalau (harga) ditempat lain. Kalau degan (kelapa) biasa Rp 8.000 per gelas, kalau utuh Rp 15.000," ujarnya.

Sementara itu, rekannya, yakni Hendy menuturkan, dalam beberapa hari terakhir, ada puluhan hingga ratusan orang silih berganti mencari degan ijo. Mayoritas konsumen yang tak mendapatkan karena habis 'sambat' lantaran sudah berkeliling ke sejumlah tempat hanya demi degan ijo.

Halaman:

Editor: Nur Khansa Ranawati

Tags

Terkini

Jadwal Salat Kota Surabaya 12 Agustus 2021

Kamis, 12 Agustus 2021 | 02:59 WIB

Pasien Covid-19 di RSLT Kota Surabaya Nol

Rabu, 11 Agustus 2021 | 14:55 WIB
X