PPKM Mikro Surabaya, Batasi Operasional Mal dan Terapkan SIKM

- Minggu, 27 Juni 2021 | 13:45 WIB
Ilustrasi pembatasan mobilitas warga (Ayobandung.com)
Ilustrasi pembatasan mobilitas warga (Ayobandung.com)

GENTENG, AYOSURABAYA.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. SE tersebut sebagai upaya menekan laju penyebaran Covid-19 Surabaya yang belakangan ini kembali meningkat.

Untuk memasifkan upaya tersebut, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi melakukan sosialisasi SE secara virtual di halaman Balai Kota Surabaya pada Sabtu (26/6/2021) petang kemarin. Ia mengatakan, sosialisasi diikuti Kepala Perangkat Daerah (PD), Camat, hingga seluruh stakeholders di Kota Surabaya.

Eri menjelaskan, PPKM Mikro di Kota Surabaya mulai berlaku tanggal 22 Juni 2021 sampai 5 Juli 2021 sesuai SE bernomor 443/6912/436.8.4/2021 tentang penerapan kembali PPKM Mikro di Kota Surabaya. Menurutnya, SE itu sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 14 Tahun 2021 serta Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188 / 357 / KPTS / 013 / 2021 tentang perpanjangan PPKM Mikro. 

"Kita tindaklanjuti (surat yang dikeluarkan Mendagri dan Gubernur Jawa Timur) dengan mengeluarkan SE ini," kata Eri dalam keterangan tertulis, Minggu (27/6/2021).

Eri menyatakan, SE PPKM Mikro yang ditandatanganinya pada Selasa (22/6/2021) itu juga memberlakukan pembatasan jam operasional pada toko swalayan, pusat perbelanjaan atau mall, warung makan, restoran atau rumah makan, kafe, pedagang kaki lima, hingga lapak jajanan.  Nantinya, pedagang dan pengusaha wajib tutup pada pukul 20.00 WIB dan dimulai kembali pukul 05.00 WIB.

Untuk layanan pesan antar atau layanan tanpa turun (drive thru), Eri mengimbau bisa dilakukan sesuai jam operasional restoran atau rumah makan. Pun dengan hal serupa lainnya.

Selain menerapkan jam malam atau jam operasional, Pemkot Surabaya juga telah menggerakkan Satgas Jaga Kampung. Nantinya, satgas akan bertugas mengawasi dan menindak pelanggaran protokol kesehatan (prokes) Covid-19 Surabaya yang terjadi di setiap wilayah.

"Kita harus bangun lagi, Menyingsingkan lengan, rawe-rawe rantas (bergerak bersama) untuk memutus mata rantai pandemi Covid-19," ujarnya.

Eri memastikan, Pemkot Surabaya akan mempercepat dan memasifkan vaksinasi. Sehingga, lonjakan Covid-19 Surabaya bisa diminimalisasi. 

Halaman:

Editor: Nur Khansa Ranawati

Tags

Terkini

Jadwal Salat Kota Surabaya 12 Agustus 2021

Kamis, 12 Agustus 2021 | 02:59 WIB
X