8 Aturan Perayaan Natal 2021 yang Wajib Dilakukan Pengurus Gereja

- Rabu, 24 November 2021 | 18:24 WIB
Petugas gereja Katolik St Petrus Katedral melakukan pengecekan suhu tubuh kepada umat sebelum mengikuti misa.   (Katedaral St Petrus Bandung.)
Petugas gereja Katolik St Petrus Katedral melakukan pengecekan suhu tubuh kepada umat sebelum mengikuti misa. (Katedaral St Petrus Bandung.)

GAYUNGAN, AYOSURABAYA.COM -- Menjelang perayaan Natal 2021, sejumlah instansi terkait di Jawa Timur sudah melakukan persiapan dan antisipasi. Hal ini dilakukan menindaklanjuti instruksi pemerintah pusat untuk mencegah kenaikan angka Covid-19.

Dalam Inmendagri Nomor 62 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 pada saat Natal dan Tahun Baru 2021, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta umat nasrani menyelenggarakan perayaan Natal 2021 secara hybrid.

Tito menjelaskan, pelaksanaan ibadah secara hybrid yaitu berjamaah atau kolektif di gereja dan secara daring dengan tata ibadah yang telah disiapkan oleh para pengurus dan pengelola gereja.

Baca Juga: Link Live Streaming Big Match Manchester City vs PSG, Misi Guardiola Matikan Messi dan Neymar

"Gereja membentuk Satgas Protokol Kesehatan Penanganan Covid-19 yang berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 daerah," ujar Tito, Rabu 24 November 2021.

Tito juga meminta perayaan untuk memperingati kelahiran Yesus Kristus tersebut hendaknya dilakukan secara sederhana dan tidak berlebih-lebihan, serta lebih menekankan persekutuan di tengah-tengah keluarga.

"Kegiatan ibadah dan perayaan Natal 2021 secara berjamaah atau kolektif tidak melebihi 50% dari kapasitas total gereja," jelasnya.

Baca Juga: Isi Doa yang Akan Disampaikan pada Upacara Bendera Hari Guru Nasional Tahun 2021

Berikut rincian aturan perayaan Natal 2021 yang wajib dilakukan pengurus dan pengelola gereja dalam Inmendagri Nomor 62 tersebut yang diteken pada Senin, (22/11):

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X