Jalan Kampung Milik Umum, Bukan untuk Garasi Mobilmu

- Rabu, 15 September 2021 | 19:06 WIB
GUBENG, AYOSURABAYA.COM -- Sampai saat ini Pemerintah Kota Surabaya masih menerapkan dan mengatur perparkiran dengann Perda nomor 3 tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Perparkiran Di Kota Surabaya dan Peraturan Wali Kota Surabaya nomor 63 tahun 2018 tentang tata cara penerapan sanksi administratif terhadap pelanggaran Perda nomor 3 tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Perparkiran Di Kota Surabaya.
 
Sayangnya, hal itu seolah kiasan belaka. Sebab, masih ada sejumlah warga yang bandel memarkirkan mobilnya di setiap sudut atau pinggiran gang di kawasan perkampungan.
 
Padahal, dalam regulasi tersebut tersirat dan tersurat secara gamblang ihwal pelaksanan parkir. Misalnya, 1 mobil 1 garasi. Dengan begitu, tak akan mengganggu kenyamanan dan keamanan pengguna jalan, pun dengan warga sekitar. 
 
Salah seorang warga Jalan Gubeng Airlangga gang 3 Surabaya, RT.03.RW.02, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya bernama Zain Firmansyah (30) ini mengeluhkan parkiran mobil yang serba semrawut di sekitaran kampungnya. Selain memenuhi median jalan perkampungan, warga yang ngeyel parkir itu seolah tak mengindahkan aturan yang sudah ada.
 
"Semrawut, apalagi sini dekat kampus, banyak orang-orang yang parkir seenaknya. Padahal, gangnya gak seberapa lebar," kata Zain kepada AyoSurabaya.com, Rabu (15/9/2021).
 
Zain mengaku, kesemrawutan parkir tersebut saat ini sudah lebih membaik dari tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, kesadaran masyarakat sekitar kian membaik. Meskipun, masih saja ada yang masih nekat parkir sembarangan.
 
"Dulu, kalau tidak salah tahun 2018, ada mobil Honda Jazz punya anak kos yang parkir sampai menginap sekitar 3 hari, akhirnya warga yang jengkel nggembosi (ngempesin) dan dievakuasi mobil derek. Padahal sudah diingatkan kalau tidak boleh parkir lama-lama, kalau cuma sebentar ya gak apa-apa," ujarnya.
 
Sementara itu, warga Driyorejo, Gresik, Deni Prasetyo Utomo mengungkapkan hal senada. Meski bukan warga Surabaya, namun saat ia melintas di beberapa kawasan perkampungan, kerap melihat kesemrawutan parkir mobil.
 
"Kalau sekarang udah agak mendingan ya, dulu gak karu-karuan, setiap mau lewat di jalan manapun, di kampung manapun, pasti ada saja mobil yang makan hak pengguna jalan. Padahal, itu kan jalan umum," tuturnya.
 
Kendati demikian, ia berharap perangkat desa, baik RT, RW, hingga Lurah dan Camat setempat untuk lebih tegas menertibkan parkir mobil tersebut. Bila perlu, dikenakan tindakan atau sanksi administratif.
 
"Setidaknya ya gak cuma ditegur, kalau perlu dikasih denda, tapi ya jangan mahal-mahal, kasihan juga kalau kemahalan," katanya.
 
Memang, parkir di kawasan perkampungan di kota besar masih menjadi polemik warga asli maupun pendatang. Sayangnya, hal tersebut seolah masih menjadi tradisi di masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Editor: Andres Fatubun

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Barca Seri Lagi, Tagar Koeman OUT Jadi Trending Topic

Jumat, 24 September 2021 | 12:11 WIB

Gelombang 22 Dibuka Kapan ?

Jumat, 24 September 2021 | 11:08 WIB

Jangan Lalai, Gelombang Ketiga Covid-19 Mengintai

Jumat, 24 September 2021 | 10:23 WIB

80 Pasien Covid-19 di RSLI Surabaya Dinyatakan Sembuh

Jumat, 24 September 2021 | 10:11 WIB
X