Masuk Cagar Budaya Kelas A, Renovasi Hotel Majapahit Tidak Bisa Sembarangan

- Rabu, 15 September 2021 | 10:05 WIB
Sejumlah kamar di sisi timur Hotel Majapahit Surabaya. (ayosurabaya/Praditya Fauzi Rahman)
Sejumlah kamar di sisi timur Hotel Majapahit Surabaya. (ayosurabaya/Praditya Fauzi Rahman)

GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- Seiring berkembangnya waktu dan zaman, beragam hal telah bertransformasi mengikuti tren. Termasuk dengan perkembangan hotel, terutama di kota-kota besar di Indonesia.

Namun tidak demikian dengan Hotel Majapahit Surabaya.

Hotel yang sempat berganti nama menjadi Yamato, Oranje, dan Merdeka ini justru mempertahankan eksistensinya dengan menguatkan keaslian dan keasrian bangunan. Begitu juga dengan beragam piranti pendukungnya.

General Manager Hotel Majapahit Surabaya, Kahar Salamun, mengatakan hotel yang memiliki luas sekitar dua hektare dan 139 kamar dengan 4 kategori itu tak mengalami perubahan sama sekali. Namun, hanya menambahkan variasi berupa aksesori dan peremajaan.

"Kalau arsitektur tidak ada perubahan, karena kita kan sudah jadi cagar budaya, apalagi sekarang menjadi cagar budaya kelas A. Artinya, tidak boleh merubah bentuk bangunan ini apapun juga," kata Kahar kepada ayosurabaya, Rabu (15/9/2021).

Meski sudah ada Peraturan Walikota (Perwali) Kota Surabaya Nomor 42 Tahun 2017, perubahan atas peraturan walikota surabaya nomor 59 tahun 2007 tentang pelaksanaan peraturan daerah Kota Surabaya nomor 5 tahun 2005 tentang pelestarian bangunan dan lingkungan cagar budaya, Kahar mengaku tak bisa serta merta merubah wujudnya. Bila diperbolehkan pun, harus meminta izin kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar).

"Ada aturan baru, kita boleh merubah, tapi harus seizin dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, yang tentu mereka juga tidak menginginkan adanya perubahan bentuk. Ya mungkin kalau peremajaan sih, misalnya kamar kita ubah lighting dan walpaper, penyegaran dan repaint, tidak apa-apa," ujarnya.

Sementara itu, Executive Assistant Manager Hotel Majapahit, Benny Wijaya mengakui, Hotel Majapahit pernah mengalami beberapa kali perombakan. Bahkan, renovasi besar-besaran pun pernah terjadi sebelum orde baru.

"Pernah (mengalami renovasi besar-besaran) di tahun 1995. Karena, saat itu dijual oleh PT Sekar dan Mandarin Oriental, itu mereka mengadakan renovasi besar-besaran di tahun 1995 dengan investasi yang cukup besar saat itu. Tapi, arsitekturnya tidak ada perubahan," tuturnya.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polrestabes Surabaya Buat Kampung Tangguh Zero Narkoba

Minggu, 26 September 2021 | 16:37 WIB

Barca Seri Lagi, Tagar Koeman OUT Jadi Trending Topic

Jumat, 24 September 2021 | 12:11 WIB

Gelombang 22 Dibuka Kapan ?

Jumat, 24 September 2021 | 11:08 WIB

Jangan Lalai, Gelombang Ketiga Covid-19 Mengintai

Jumat, 24 September 2021 | 10:23 WIB

80 Pasien Covid-19 di RSLI Surabaya Dinyatakan Sembuh

Jumat, 24 September 2021 | 10:11 WIB
X