25.563 Peserta Ikuti Tes CPNS di Lingkungan Pemprov Jatim

- Selasa, 14 September 2021 | 18:49 WIB
[Ilustrasi] Bagi Peserta yang dinyatakan TMS (Tidak Memenuhi Syarat) CPNS Kemenag, diberikan kesempatan untuk menyanggah pada tanggal 19 Agustus 2021. (dok. Humas Pemkab Bekasi)
[Ilustrasi] Bagi Peserta yang dinyatakan TMS (Tidak Memenuhi Syarat) CPNS Kemenag, diberikan kesempatan untuk menyanggah pada tanggal 19 Agustus 2021. (dok. Humas Pemkab Bekasi)
GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- 25.563 peserta mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) non-guru dan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim).
 
Dari jumlah tersebut, 24.529 diantaranya melamar sebagai CPNS dan sisanya, yakni 1.034 melamar PPPK non-guru.
 
Untuk peserta CPNS, terbagi menjadi 23.158 orang pelamar umum. Selain itu, ada juga pelamar yang terdiri dari 34 cumlaude dan 17 disabilitas.
 
Waktu pelaksanaan untuk SKD CPNS dimulai sejak 14 September sampai 5 Oktober 2021. Sementara itu, Seleksi Kompetensi PPPK non-guru, dimulai 6 Oktober 2021. 
 
Pelaksanaan Seleksi Kompetensi PPPK Guru tahap pertama, dilakukan pada tanggal 13 sampai 17 September 2021 di setiap SMA atau SMK pada kabupaten atau kota setempat. Tak hanya di setiap SMA atau SMK, juga diadakan di Graha Unesa Surabaya dengan 4.356 peserta seleksi kompetensi pegawai ASN Pemprov Jatim. Namun, bagi peserta tes di luar Jatim, ada 4.350 peserta di luar provinsi, pun dengan 6 peserta melakukan tes di luar negeri. 
 
Proses pelaksanaan seleksi juga wajib menerapkan prokes ketat. Peserta pun wajib membawa surat keterangan bebas Covid-19, surat sehat, pengecekan suhu tubuh, wajib memakai masker dan direkomendasikan memakai face shield, wajib cuci tangan, menjaga jarak saat antrean, hingga vaksinasi Covid-19 minimal dosis pertama. Pun bagi panitia, juga dilakukan tes swab antigen atau PCR secara berkala.
 
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa berpesan, agar calon PPPK dan CPNS untuk percaya diri, mengerjakan soal dan tahapan dengan baik, hingga tidak percaya oknum atau joki yang menawarkan janji lolos.
 
Ia mengingatkan, apabila semua rangkaian atau tahapan proses pelaksanaan seleksi ASN dilakukan secara transparan dan online. Bila rampung, hasil atau nilai tes langsung keluar. Dengan begitu, peserta bisa langsung memantaunya. 
 
"Jangan sekali-kali percaya dengan pihak yang tidak bertanggung jawab (Yang menjanjikan meloloskan tes)," tuturnya, Selasa (14/9/2021).

Editor: Andres Fatubun

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polrestabes Surabaya Buat Kampung Tangguh Zero Narkoba

Minggu, 26 September 2021 | 16:37 WIB

Barca Seri Lagi, Tagar Koeman OUT Jadi Trending Topic

Jumat, 24 September 2021 | 12:11 WIB

Gelombang 22 Dibuka Kapan ?

Jumat, 24 September 2021 | 11:08 WIB

Jangan Lalai, Gelombang Ketiga Covid-19 Mengintai

Jumat, 24 September 2021 | 10:23 WIB

80 Pasien Covid-19 di RSLI Surabaya Dinyatakan Sembuh

Jumat, 24 September 2021 | 10:11 WIB
X