Kamar 133 Hotel Majapahit Selalu Jadi Pesanan Tamu Penting, Apa Istimewanya?

- Senin, 13 September 2021 | 18:28 WIB
Suasana kamar nomor 133 dengan tema Merdeka di Hotel Majapahit Surabaya, Senin (13/9/2021). (ayosurabaya/Praditya Fauzi Rahman)
Suasana kamar nomor 133 dengan tema Merdeka di Hotel Majapahit Surabaya, Senin (13/9/2021). (ayosurabaya/Praditya Fauzi Rahman)

GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- Peristiwa perobekan bendera Belanda pada 19 September 1945 di Hotel Yamato atau Hotel Majapahit sekarang diawali dengan perundingan antara Komandan Allied Forces Netherlands East Indies (AFNEI) yang dipimpin W.V.Ch Ploegman dengan perwakilan sejumlah pejuang kemerdekaan. Perundingan dilakukan du kamar nomor 113.

Namun perundingan menentang kehadiran Belanda itu tidak membuahkan hasil. Kedua pihak bersitegang yang memaksa puluhan pemuda lokal berkumpul di Hotel. Sejurus kemudian mereka memanjat tiang Hotel Yamato dan merobek bendera Belanda merah putih biru tersebut menjadi warna merah putih.

General Manager Hotel Majapahit Surabaya, Kahar Salamun, berkisah kamar 133 itu menjadi saksi bisu terjadinya salah satu momen bersejarah. Kamar tersebut terawat baik.

"Memang agak unik, di kamar itu ada temanya, namanya Kamar Merdeka. Disitu, ada keterangan-keterangan mengenai yang terjadi di sana, riwayat Roeslan Abdulgani, ada semua ceritanya disitu. Tapi kamar itu tidak di sakralkan," kata Kahar kepada AyoSurabaya.com, Senin (13/9/2021).

Kahar menjelaskan, kerap kali tamu khusus sengaja memesan kamar 133. Alasannya serupa, ingin mengerti dan mengenal lebih jauh sejarah kemerdekaan RI kala itu lebih intens.

"Beberapa waktu lalu ada tamu yang mesan khusus kamar itu, dia warga Surabaya dan beliau memang historian atau penggemar sejarah, dia khusus minta kamar 133 dan mau ngobrol dengan saya pas 17 Agustus, dia concern supaya hotel ini dipertahankan," ujarnya.

Sementara itu, Executive Assistant Manager Hotel Majapahit, Benny Wijaya mengungkapkan, kamar 133 kian istimewa lantaran masuk dalam kategori Legendary Sweet. Segala hal tentang suasana kemerdekaan di hotel yang sempat berganti nama menjadi Oranje dan Merdeka itu, terabadikan dalam lukisan milik Roeslan Abdulgani dan plakat historikal dikamar.

"Kita kan ada 9 legendary sweet, setiap kamar memiliki tema masing-masing, mulai dari keluarga Sarkies, Merdeka, sampai Pandawa. Misalnya, di kamar 133 itu temanya Merdeka, itu khusus tentang peristiwa perobekan bendera, perundingan yang terjadi di kamar itu, dan segalanya tentang kemerdekaan," tuturnya.

Meski begitu, pihaknya mengaku enggan menyakralkan kamar itu. Alasannya, demi bisnis.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polrestabes Surabaya Buat Kampung Tangguh Zero Narkoba

Minggu, 26 September 2021 | 16:37 WIB

Barca Seri Lagi, Tagar Koeman OUT Jadi Trending Topic

Jumat, 24 September 2021 | 12:11 WIB

Gelombang 22 Dibuka Kapan ?

Jumat, 24 September 2021 | 11:08 WIB

Jangan Lalai, Gelombang Ketiga Covid-19 Mengintai

Jumat, 24 September 2021 | 10:23 WIB

80 Pasien Covid-19 di RSLI Surabaya Dinyatakan Sembuh

Jumat, 24 September 2021 | 10:11 WIB
X