Saat Pandemi Sedang Melonjak, Hotel Majapahit Tolak Dijadikan Ruang Isolasi

- Senin, 13 September 2021 | 17:05 WIB
Salah satu kamar di Hotel Majapahit.  (Ayosurabaya/Praditya Fauzi Rahman)
Salah satu kamar di Hotel Majapahit. (Ayosurabaya/Praditya Fauzi Rahman)

GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- Beberapa waktu lalu ketika kasus penularan Covid-19 sedang berada di angka tertingginya, pemerintah menawarkan kerja sama dengan sejumlah hotel untuk membuka kamarnya dijadikan ruang isolasi. Hal itu juga sebagai bantuan pemerintah karena hotel pada saat itu sebagian besar ditutup.

Namun, tak semua hotel menyambut ajakan itu. Salah satunya adalah Hotel terkenal di Surabaya, Majapahit.

Executive Assistant Manager Hotel Majapahit, Benny Wijaya, menjelaskan Hotel Majapahit adalah salah satu hotel yang tidak menerima ajakan dari pemerintah itu.

"Majapahit tidak menerima isolasi mandiri untuk nakes maupun pasien, dan sejenisnya. Jadi, betul-betul clean," kata Benny kepada AyoSurabaya.com, Minggu (12/9/2021).

Benny menegaskan, pelayanan, keamanan, dan kesehatan merupakan hal wajib bagi Hotel Majapahit. Mengingat, hotel yang pernah berganti nama menjadi Hotel Oranje dan Yamato tersebut merupakan salah satu cagar budaya, museum, dan wisata sejarah bagi publik.

"Karena, kita menjaga untuk tamu, tim saya, dan keluarga mereka. Kami tidak mau (menerima repatriasi)," ujarnya.

Sebelumnya, Benny mengaku kerap mendapat tawaran atau ajakan dari pemerintah perihal tersebut. Namun, pihaknya menolak secara tegas dan enggan untuk menjadikan lokasi bersejarah di bumi pertiwi itu untuk penanggulangan pasien Covid-19.

Sementara itu, General Manager Hotel Majapahit Surabaya, Kahar Salamun mengungkapkan, penawaran itu telah disodorkan sedari awal pagebluk.

"Meskipun sebelumnya kita ada tawaran tapi kita tetap tidak mau," tuturnya.

Dibawah naungan AccorHotels, Majapahit telah menyabet beragam penghargaan, mulai dari CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment Friendly) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, maupun dari mancanegara itu lah yang menjadi salah satu faktor pihak manajemen enggan.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Artikel Terkait

Terkini

Barca Seri Lagi, Tagar Koeman OUT Jadi Trending Topic

Jumat, 24 September 2021 | 12:11 WIB

Gelombang 22 Dibuka Kapan ?

Jumat, 24 September 2021 | 11:08 WIB

Jangan Lalai, Gelombang Ketiga Covid-19 Mengintai

Jumat, 24 September 2021 | 10:23 WIB

80 Pasien Covid-19 di RSLI Surabaya Dinyatakan Sembuh

Jumat, 24 September 2021 | 10:11 WIB
X