Khofifah: Realisasi Pajak Jatim 104,27 Persen

- Selasa, 31 Desember 2019 | 21:31 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (Republika/Fakhtar K Lubis)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (Republika/Fakhtar K Lubis)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Pemprov Jatim menyebutkan total realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Pajak Daerah 2019 mencapai 104,27 persen atau sebesar Rp 15.553.510.044.148.

Di antaranya dari Samsat, meliputi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar Rp 6.890.439.193.872, atau mencapai 108,51 persen. Penerimaan PKB ini melampaui target awal sebesar Rp 6,35 Triliun.

"Kemudian, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sebesar Rp 4.232.540.305.900, atau mencapai 112,72 persen. Penerimaan BBNKB ini melebihi target awal sebesar Rp. 3,75 Triliun," ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melalui siaran persnya, Selasa (31/12/2019).

AYO BACA : 4 Pemain Persebaya Pamit Lewat Instagram

Selain pajak dari pelayanan Samsat, adapula jenis penerimaan lainnya seperti Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar Rp 2.374.099.329.438, rupiah atau sebesar 99,75 persen, Pajak Air Permukaan (PAP) sebesar Rp 32.879.605.250, atau mencapai 109,6 persen, dan Pajak Rokok sebesar 1.992.207.318.173, atau mencapai 83,78 persen.

“Ini tentunya menjadi motivasi dan pemacu bagi jajaran Pemprov Jatim untuk terus memberikan pelayanan yang CETTAR bagi masyarakat terutama di tahun baru 2020,” kata Khofifah.

Khofifah berpendapat, Bapenda terus menggenjot PAD Jatim dengan berbagai program. Seperti program pemberian keringanan atau insentif pajak daerah (pemutihan) yang dilaksanakan pada tanggal 23 September - 14 Desember 2019. Program tersebut berupa pembebasan sanksi administratif PKB dan BBNKB serta pembebasan bea balik nama kedua dan seterusnya.

AYO BACA : Ngaku Bisa Gandakan Uang, Guru Spiritual Palsu Dibui

Jumlah wajib pajak yang memanfaatkan program pemutihan tahun ini, kata dia, sebanyak 1.751.837 wajib pajak. Termasuk di antaranya 19.984 objek luar daerah yang mendaftar di Jatim. Hasilnya, realisasi penerimaan PKB selama periode kebijakan pembebasan pajak daerah atau pemutihan tersebut mencapai Rp 846.304.785.450, atau sebesar 203,92 persen. Capaian ini melebihi target awal sebesar Rp 415 miliar.

Halaman:

Editor: Regi Yanuar Widhia Dinnata

Tags

Terkini

Gubernur Jatim Larang Ekspor Benih Porang

Jumat, 17 September 2021 | 14:19 WIB

Bersihkan Jatim dari Garong Uang Rakyat !

Kamis, 2 September 2021 | 10:30 WIB
X