Presiden Jokowi Klaim Covid-19 Bisa Direm dengan PPKM Darurat

- Jumat, 30 Juli 2021 | 12:56 WIB
Presiden Joko Widodo. (@jokowi)
Presiden Joko Widodo. (@jokowi)

JAKARTA, AYOSURABAYA.COM Presiden Joko Widodo mengeklaim pemerintah berhasil menurunkan penambahan kasus positif Covid-19 melalui PPKM Darurat. Hal ini disampaikannya saat pemberian Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) di halaman Istana Merdeka, Jumat (30/7).

“Dan, alhamdulillah, sekarang paling tidak bisa kita rem meskipun turunnya pelan-pelan. Tetapi, kita bisa kita rem,” ujar Jokowi.

Penurunan kasus ini salah satunya terlihat dari angka keterisian tempat tidur di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet yang saat ini telah turun menjadi sekitar 38 persen dari sebelumnya hampir 90 persen. Selain itu, angka kenaikan kasus di provinsi-provinsi di Pulau Jawa pun juga mulai menurun.

“Saya melihat angka-angka tadi di wilayah-wilayah di Pulau Jawa sudah mulai melandai turun pelan-pelan. Tetapi yang di luar Jawa gantian naik. Inilah memang varian delta ini penularannya sangat cepat sekali,” tambah dia.

Presiden menyebut keputusan pemberlakuan PPKM Darurat itu sangat berat karena dapat berdampak pada kegiatan ekonomi masyarakat. Namun, kata dia, tak ada cara lain yang bisa dilakukan untuk menekan laju penularan virus corona di masyarakat.

“Tidak ada jalan lain saat itu karena di Pulau Jawa dan di Pulau Bali kita lihat semuanya titik-titik semuanya merah tidak ada yang kuning, sehingga keputusan yang sangat berat kita lakukan yaitu dengan PPKM Darurat karena tidak ada cara yang lain selain itu karena melompat kasusnya,” ujar dia.

Ia mengatakan, varian delta ini juga menyebabkan lonjakan kasus di sejumlah negara lainnya di dunia sehingga kondisi ekonomi global pun turut terdampak. Di hadapan sejumlah pelaku usaha kecil dan menengah, Presiden juga menyampaikan bahwa pemerintah tidak bisa memprediksi kapan virus ini akan berakhir.

Kendati demikian, ia menekankan, pemerintah akan tetap berupaya untuk menangani sisi kesehatan dan juga ekonomi yang terdampak pandemi. Karena itu, kata dia, pemerintah tak mengambil kebijakan lockdown karena juga tak menjamin pandemi ini akan berakhir.

“Sekali lagi, kita ini selalu yang kita jalankan adalah sisi kesehatannya bisa kita tangani, tapi sisi ekonominya juga pelan-pelan harus dijalankan. Enggak bisa kita tutup seperti negara lain lockdown. Lockdown itu artinya tutup total,” ujarnya. 

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

4 Cara Mengatasi Aplikasi PeduliLindungi yang Bermasalah

Selasa, 21 September 2021 | 09:00 WIB

8 Cara Mencairkan BLT UMKM Tanpa Antre

Senin, 20 September 2021 | 14:00 WIB

Kadin Jatim Surati Presiden Jokowi Soal Cukai Rokok

Jumat, 17 September 2021 | 19:56 WIB

Bagaimana Cara Agar Lolos Kartu Prakerja Gelombang 20 ?

Sabtu, 11 September 2021 | 09:14 WIB
X