Wamendag Harap G20 Jadi Momentum Kebangkitan Ekonomi

- Rabu, 28 Juli 2021 | 20:23 WIB
Wamendag Jerry Sambuaga
Wamendag Jerry Sambuaga

JAKARTA, AYOSURABAYA.COM--Wakil Menteri Perdagangan berharap Presidensi Indonesia dalam kelompok G20 bisa menjadi momentum kebangkitan ekonomi dan perdagangan Indonesia. Hal ini dikatakan Jerry saat menjawab wartawan seputar persiapan Indonesia dalam presidensi G20. Seperti diketahui Indonesia akan menjadi tuan rumah sekaligus Presiden G20 pada tahun 2022. Ini sesuai dengan keputusan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 ke-15 di Riyadh, Arab Saudi tahun 2020. 

Ini adalah kepercayaan yang luar biasa dari negara-negara G20 dan harus dimanfaatkan sebagai salah satu momentum kebangkitan ekonomi dan perdagangan," kata Jerry.

Dengan presidensi Indonesia di G20 diharapkan Indonesia bisa memasukkan agenda-agenda khususnya berkaitan dan menjadi fokus keepentingan nasional saat ini. Indonesia sendiri mengusung tema `recover together recover stronger`.

Menurut Wamendag, tema tersebut mencerminkan semangat bersama untuk pulih secara ekonomi dan kesehatan di antara negara-negara G20. Tahun ini ditargetkan menjadi tahun awal bagi berjalannya ekonomi nasional maupun ekonomi dunia yang terdampak Covid-19. Sedangkan tahun 2022 diharapkan proses recovery akan berlangsung lebih cepat.

Menurut Wamendag bukan hanya pulih, ekonomi dunia diharapkan juga menjadi lebih kuat dan lebih cepat tumbuhnya. Adaptasi yang dilakukan baik dalam konteks kesehatan masyarakat maupun adaptas dalam konteks hubungan ekonomi diharapkan bisa meletakkan dasar bagi proses ekonomi dan perdagangan yang lebih baik.

Jerry sendiri mengatakan bahwa pada masa pandemi, Indonesia melakukan langkah-langkah yang sangat baik khususnya dalam ekonomi dan perdagangan. Secara makro, ekonomi Indonesia relatif bisa melakukan mitigasi dampak covid. 

Sedangkan dalam proses perdagangan Indonesia bisa mengelola pemenuhan kebutuhan dasar dan kebutuhan kesehatan relatif baik. Kelangkaan dalam alat kesehatan dan kebutuhan penanganan covid tidak berlangsung berlarut-larut dan bisa segera diatasi. 

Kedua, menurut Wamendag Indonesia melakukan langkah yang baik pula dalam perdagangan luar negeri. Indikatornya ada dua menurut Jerry, yaitu surplus neraca perdagangan yang berlangsung terus menerus sejak awal 2020. Indikator kedua adalah banyaknya perjanjian perdagangan yang bisa diselesaikan dan diratifikasi. Penyelesaian perjanjian perdagangan ini diharapkan bisa berdampak jangka panjang dalam meningkatkan pasar ekspor Indonesia, bukan hanya di negara-negara tradisional tetapi juga di pasar potensial lainnya.

“Kita berharap dengan penyelesaian banyak perjanjian perdagangan kontribusi ekspor Indonesia bagi PDB bisa meningkat terus," kata Wamendag.

Halaman:

Editor: Adi Ginanjar Maulana

Tags

Terkini

4 Cara Mengatasi Aplikasi PeduliLindungi yang Bermasalah

Selasa, 21 September 2021 | 09:00 WIB

8 Cara Mencairkan BLT UMKM Tanpa Antre

Senin, 20 September 2021 | 14:00 WIB

Kadin Jatim Surati Presiden Jokowi Soal Cukai Rokok

Jumat, 17 September 2021 | 19:56 WIB

Bagaimana Cara Agar Lolos Kartu Prakerja Gelombang 20 ?

Sabtu, 11 September 2021 | 09:14 WIB
X