Panglima TNI Marah, Komandan Lanud JA Dimara Dicopot dari Jabatannya

- Rabu, 28 Juli 2021 | 17:33 WIB
Kejadian penginjakkan kepala seorang warga di Merauke, Papua. (Victor Mambor)
Kejadian penginjakkan kepala seorang warga di Merauke, Papua. (Victor Mambor)

JAKARTA, AYOSURABAYA.COM -- Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, memerintahkan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) untuk mencopot Komandan Landasan Udara Johannes Abraham (Lanud JA) Dimara serta Komandan Satuan Polisi Militer AU (Pomau) Lanud JA Dimara. Itu dilakukan menyusul kejadian penginjakkan kepala seorang warga di Merauke, Papua. 

"Saya sudah memerintahkan KSAU untuk mencopot Komandan Lanud dan Komandan Sat POM AU-nya," ujar Hadi kepada Republika, Rabu (28/7/). 

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (tengah) bersama Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono (kiri) dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (kanan) saat memberikan keterangan pers terkait temuan serpihan dari KRI Nanggala 402 yang berhasil ditemukan oleh tim penyelamat, Sabtu (24/4).

Panglima TNI mengatakan, dia meminta KSAU untuk segera melakukan perintah tersebut. Dia meminta jabatan Komandan Lanud JA Dimara dan Komandan Satuan Pomau Lanud JA Dimara untuk diserahterimakan malam ini juga. "Saya minta malam ini langsung serah terimakan (jabatan). Saya minta malam ini sudah ada keputusan itu," kata dia. 

Hadi mengungkapkan, perintah tersebut dia berikan karena Komandan Lanud JA Dimara dan Komandan Satuan Pomau Lanud JA Dimara tidak bisa membina anggotanya dengan baik. Dia geram dan tak habis pikir dua prajurit TNI AU itu tidak peka dalam memperlakukan disabilitas seperti itu. 

"(Perintah pencopotan diberikan) karena mereka tidak bisa membina anggotanya. Kenapa tidak peka memperlakukan disabilitas seperti itu. Itu yang membuat saya marah," ujar Hadi. 

Pada Selasa (27/7) malam, KSAU, Marsekal Fadjar Prasetyo, meminta maaf kepada korban dan masyarakat Papua atas kejadian penginjakkan kepala tersebut. Dia memastikan akan menindak tegas dua orang anggota yang bertugas di Lanud JA Dimara tersebut. 

"Saya selaku KSAU ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh saudara-saudara kita di Papua khususnya warga di Merauke terkhusus lagi kepada korban dan keluarganya," ujar Fadjar lewat video singkat. 

Fadjar mengatakan, hal itu terjadi semata-mata karena kesalahan dari anggotanya saja. Tidak ada niatan apapun dan tak ada perintah kedinasan kepada keduanya untuk melakukan hal tersebut. Dia menyatakan akan mengevaluasi seluruh anggotanya di sana dan akan menindak secara tegas terhadap pelaku yang berbuat kesalahan. 

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

4 Cara Mengatasi Aplikasi PeduliLindungi yang Bermasalah

Selasa, 21 September 2021 | 09:00 WIB

8 Cara Mencairkan BLT UMKM Tanpa Antre

Senin, 20 September 2021 | 14:00 WIB

Kadin Jatim Surati Presiden Jokowi Soal Cukai Rokok

Jumat, 17 September 2021 | 19:56 WIB

Bagaimana Cara Agar Lolos Kartu Prakerja Gelombang 20 ?

Sabtu, 11 September 2021 | 09:14 WIB
X