Jaga Buah Hati Anda, dalam 3 Minggu Terakhir 50 Ribu Anak Terpapar Covid-19

- Jumat, 23 Juli 2021 | 18:34 WIB
Dalam 3 minggu terakhir, kurang lebih 50 ribu anak terpapar Covid-19. (Larm Rmah on Unsplash)
Dalam 3 minggu terakhir, kurang lebih 50 ribu anak terpapar Covid-19. (Larm Rmah on Unsplash)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Jumlah anak-anak Indonesia berusia di bawah 18 tahun yang tertular Covid-19 terus bertambah. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat lebih dari 50 ribu anak-anak Indonesia terinfeksi Covid-19 selama kurun waktu tiga pekan terakhir.

Direktur Kesehatan Keluarga Kemenkes, Erna Mulati. mengakui, terjadi peningkatan penularan Covid-19 pada anak-anak di Tanah Air. Terutama pada dua-tiga pekan terakhir.

"Dari data yang kami peroleh, lebih dari 50 ribu anak Indonesia usia 0 hingga 18 tahun terpapar Covid-19 selama awal Juli sampai 11 Juli. Ini jauh lebih besar dibandingkan bulan-bulan sebelumnya," ujarnya saat konferensi virtual Kemenkes mengenai Hari Anak Nasional, Jumat (23/7).

Kemenkes meminta keluarga sebagai orang yang terdekat anak-anak tersebut berperan aktif dan mempunyai literasi yang cukup baik mengenai bagaimana menjaga kesehatan anak selama pandemi. Ia meminta, setiap keluarga, dalam hal ini orang tua sebagai orang dewasa yang ada di dekat anak-anak tersebut memberikan informasi yang mudah dimengerti dan benar terkait bagaimana pencegahan supaya anak-anak tersebut tidak terinfeksi virus tersebut.

Erna meminta orang tua tidak bosan mengingatkan anak-anak cara disiplin protokol kesehatan. Mulai dari mencuci tangan hingga tidak menyentuh wajah. Anak juga perlu diingatkan terus menerus mengenai penggunaan masker semaksimal mungkin, termasuk di rumah jika salah satu anggota keluarga melakukan isolasi mandiri atau salah satu anggota keluarga memiliki mobilitas yang cukup tinggi yang dikhawatirkan membawa virus.

"Orang tua atau keluarga bisa mengajarkan anak bagaimana menggunakan masker dengan benar dan juga melepas masker. Ini untuk anak-anak di atas usia dua tahun," katanya.

Kemudian,  dia melanjutkan, keluarga juga bisa membiasakan mencuci tangan dengan sabun atau dalam kondisi tertentu menggunakan penyanitasi tangan. Lalu ia meminta keluarga juga mengingatkan supaya buah hati supaya menjaga jarak, utamanya dia ketika berada di luar lingkungan anggota keluarganya dan lingkungan terdekat.

Selain itu, dia menambahkan, jika anak punya faktor risiko melakukan kontak erat dan tertular Covid-19 hingga menunjukkan gejalanya maka keluarga harus menghubungi pusat kesehatan masyarakat (puskemas) setempat. Sebab, ia menambahkan, tak menutup kemungkinan anak terinfeksi virus namun tanpa gejala sama sekali. Sehingga, anak yang terinfeksi Covid-19 akan menjadi sumber penularan bagi anggota keluarga lainnya tanpa disadari.

Sementara bagi anak yang mempunyai penyakit penyerta (komorbid) seperti penyakit kronis atau gizi buruk maka akan langsung memburuk kondisinya. Serta tidak menutup kemungkinan akan terjadi kematian pada anak.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

Kadin Jatim Surati Presiden Jokowi Soal Cukai Rokok

Jumat, 17 September 2021 | 19:56 WIB

Bagaimana Cara Agar Lolos Kartu Prakerja Gelombang 20 ?

Sabtu, 11 September 2021 | 09:14 WIB

Tepis Kabar Koma, Megawati Muncul ke Depan Publik

Jumat, 10 September 2021 | 15:59 WIB

Megawati Dirawat di RSPP ?

Kamis, 9 September 2021 | 13:52 WIB
X