Pelamar CPNS 2021 Hanya Dapat Memilih Satu Formasi

- Kamis, 1 Juli 2021 | 12:10 WIB
Ilustrasi CPNS (Ayobandung.com)
Ilustrasi CPNS (Ayobandung.com)

JAKARTA, AYOSURABAYA.COM --Pendaftaran seleksi calon aparatur sipil negara (CASN) atau calon pegawai negeri sipil (CPNS) telah resmi dibuka sejak Rabu 30 Juni 2021. Para calon pendaftar diminta untuk benar-benar mempelajari formasi yang akan diambil.

Hal tersebut disampaikan Plt Asisten Deputi Perencanaan dan Pengadaan SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Katmoko Ari Sambodo. 

Ia mengatakan, terkait jalur dapat dipelajari melalui kebijakan yang dikeluarkan Kementerian PANRB. Kebijakan dimaksud adalah Peraturan Menteri PANRB Nomor 27/2021 tentang Pengadaan PNS, Permen PANRB Nomor 28/2021 tentang Pengadaan PPPK untuk Jabatan Fungsional Guru pada Instansi Daerah Tahun 2021, serta Permen PANRB Nomor 29/2021 tentang Pengadaan PPPK untuk Jabatan Fungsional.

Sedangkan, informasi terkait formasi dapat dilihat di persyaratan dan ketentuan di masing-masing instansi yang akan dilamar.

 “Hal ini menjadi penting untuk dipahami, karena pelamar hanya dapat memilih satu jalur dan satu formasi, dan tidak dapat diubah ketika sudah dilakukan pendaftaran,” tutur Ari di Jakarta, sebagaimana dilansir dari Republika, Kamis 1 Juli 2021. 

Pada penerimaan CPNS tahun ini, sebanyak 570 instansi pemerintah turut berpartisipasi untuk merekrut talenta terbaik bangsa. Terdiri dari 53 kementerian dan lembaga, 33 pemerintah provinsi, serta 484 pemerintah kabupaten dan kota.

Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengeklaim mengupayakan mencegah terjadinya kecurangan seperti pelibatan joki selama tes dalam seleksi CPNS melalui berbagai inovasi. Kepala BKN Bima Haria Wibisana mengatakan, inovasi itu di antaranya dengan membuat fitur face recognition yang bisa mengetahui kesesuaian antara data peserta ujian dengan yang mengikuti ujian.

"Kita buka kamera di komputer, kalau face-nya (wajahnya) tidak sesuai dengan foto (data peserta) maka kita tolak," katanya.

Fitur tersebut diharapkan bisa efektif mencegah praktik perjokian dalam seleksi CPNS dan calon PPPK. Pihaknya juga menghadirkan atau menerapkan barcode, tidak ada lagi pendaftaran secara manual, serta pengawasan ketat larangan membawa barang elektronik saat memasuki ruangan. "Jadi saat masuk (ruangan ujian), maka semua barang elektronik di badannya harus dilepas," ujarnya.

Halaman:

Editor: Nur Khansa Ranawati

Tags

Terkini

Kadin Jatim Surati Presiden Jokowi Soal Cukai Rokok

Jumat, 17 September 2021 | 19:56 WIB

Bagaimana Cara Agar Lolos Kartu Prakerja Gelombang 20 ?

Sabtu, 11 September 2021 | 09:14 WIB

Tepis Kabar Koma, Megawati Muncul ke Depan Publik

Jumat, 10 September 2021 | 15:59 WIB

Megawati Dirawat di RSPP ?

Kamis, 9 September 2021 | 13:52 WIB
X