Bagaimana Hukum Rayakan Valentine menurut Islam, Boleh atau Tidak?

- Sabtu, 13 Februari 2021 | 17:46 WIB
[Ilustrasi] Bagaimana Hukum Rayakan Valentine menurut Islam, Boleh atau Tidak? (Pixabay)
[Ilustrasi] Bagaimana Hukum Rayakan Valentine menurut Islam, Boleh atau Tidak? (Pixabay)

JAKARTA, AYOSURABAYA.COM – Bagaimana hukum merayakan Valentine menurut Islam, boleh atau tidak? MUI, NU, dan Muhammadiyah memiliki pandangannya sendiri, simak penjelasannya berikut!

Perayaan Hari Kasih Sayang ini identik dengan memberikan cokelat, bunga, boneka atau hal-hal romantis lainnya kepada pasangan maupun orang terdekat.

Jika dirunut melalui sejarahnya, Hari Valentine berasal dari tradisi bangsa Romawi Kuno sebagai cara memeringati kematian seorang pendeta bernama Santo Valentine. Lalu, bagaimana pandangan Hari Valentine menurut  Islam? Berikut penjelasannya, dilansir dari Suara.com:

Jelang Valentine, Pemkot Kediri Sidak Kondom di Minimarket

1. Menurut Majelis Ulama Indonesia

Menurut Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 3 Tahun 2017 diperingatkan bagi umat muslim bahwa haram hukumnya merayakan Hari Valentine setiap tanggal 14 Februari. Hal tersebut menganut pada tiga hal yakni:

  1. Karena Hari Valentine bukan termasuk dalam tradisi Islam
  2. Hari Valentine dinilai menjerumuskan pemuda muslim pada pergaulan bebas seperti seks sebelum menikah
  3. Hari Valentine berpotensi membawa keburukan

Fatwa haramnya Hari Valentine ini dibuat berdasarkan tuntutan Alquran, Hadis, dan pendapat Ulama, salah satunya Hadis Riwayat Abu Dawud yang mengatakan bahwa: “Dari Abdullah bin Umar berkata, bersabda Rasulullah Saw: Barang siapa yang menyerupakan diri pada suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka”. (H.R. AbuDawud, no. 4031)

Sementara itu, dalam Alquran Surar Ali Imrat (3): 64, Allah berfirman bahwa penting bagi umat muslim untuk mempertegas jati diri sebagai seorang Isam dengan berperilaku sesuai tuntuntan serta menolak menyerupai identitas agama lainnya.

“Katakanlah (Muhammad), "Wahai ahli Kitab! marilah(berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah". Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka) "Saksikanlah,bahwa kami adalah orang-orang muslim"(Q.S. Ali Imran [3]: 64)

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Terkini

X