Sopir & Kenek Umpat Polisi dan Viral di Tiktok Kini Diamankan Polres Mojokerto

- Senin, 12 Juli 2021 | 15:59 WIB
Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander merilis kasus video viral mengumpat polisi di halaman Mapolres Mojokerto. (Beritajatim)
Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander merilis kasus video viral mengumpat polisi di halaman Mapolres Mojokerto. (Beritajatim)

MOJOKERTO, AYOSURABAYA.COM – Sopir dan kenek truk tangki muatan air isi ulang yang melayangkan umpatan kepada polisi dan videonya viral di TikTok diamankan anggota Satuan Gugus Tugas (Satgas) Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkudum) Operasi Aman Nusa II Polres Mojokerto.

Keduanya, yakni Gendu Lukito Pribadi (36) warga Desa Janti, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo dan Eko Lukmanto (19) warga Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Keduanya merupakan sopir kenek truk tangki muatan air isi ulang yang hendak mengambil air minum di kawasan Pacet.

Keduanya mengendarai truk nopol W 9907 UR pada, Minggu (11/7/2021) sekira pukul 16.00 WIB. Di Simpang Empat Awang-awang, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, polisi melakukannya penyekatan dalam rangka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Dalam video tersebut, pemilik akun memaki petugas kepolisian dari Polres Mojokerto yang berjaga dengan kata-kata kasar dan umpatan. Video tersebut kemudian beredar di aplikasi TikTok. Setelah keduanya berhasil diamankan, keduanya mengakui telah membuat rekaman video tersebut.

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, di aplikasi Tik-tok ada kegiatan masyarakat yang tidak baik viral dalam kegiatan dalam rangka PPKM Darurat.

“Kami sudah bertemu dengan yang bersangkutan dan yang bersangkutan mengakui perbuatan dan menyadari kesalahannya,” ungkapnya, Senin (12/7/2021), dikutip dari Beritajatim.

PPKM Darurat, kata dia, digelar untuk membantu program pemerintah dalam rangka menurunkan angka mobilitas masyarakat dengan tujuan agar menurunkan angka Covid-19 di wilayah hukum Polres Mojokerto. Kegiatan tersebut juga sebagai wujud sayang TNI/Polri dan Pemerintah Daerah (Pemda) kepada warga masyarakat.

“Setiap harinya ada yang menjadi korban Covid-19. PPKM Darurat yang kami laksanakan adalah wujud rasa sayang kami kepada masyarakat dalam rangka untuk mematuhi protokol kesehatan dan untuk sementara tinggal di rumah saja. Keduanya mengaku khilaf dengan kondisi situasi PPKM Darurat dengan rasa kesal karena jalan ditutup,” katanya.

Menurutnya, dalam kasus tersebut keduanya tidak dilakukan proses hukum namun dikembalikan ke pihak keluarga masing-masing. Kapolres berharap, kejadian tersebut bisa menjadi pembelajaran bagi semua agar nantinya bijak dalam menggunakan media sosial (medsos) sehingga tidak menjadi masalah di kemudian hari.

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Terkini

Kebakaran Hebat Melanda PT Mertex Mojokerto

Rabu, 8 September 2021 | 16:56 WIB
X