KBM Tatap Muka SD dan SMP di Mojokerto Akan Dimulai 1 Maret

- Selasa, 23 Februari 2021 | 11:06 WIB
Ilustrasi -   KBM tatap muka tingkat SD dan SMP di Kota Mojokert akan dimulai 1 Maret dengan persyaratan yang ketat.  (ayobandung)
Ilustrasi - KBM tatap muka tingkat SD dan SMP di Kota Mojokert akan dimulai 1 Maret dengan persyaratan yang ketat. (ayobandung)

MOJOKERTO, AYOSURABAYA.COM -- Kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka untuk tingkat SD dan SMP di Kota Mojokerto, Jawa Timur, akan dimulai pada 1 Maret 2021. Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan keputusan ini diambil karena angka keterpaparan Covid-19 di wilayahnya menunjukkan penurunan.

"Kapasitas peserta didik maksimal 50 persen, penggunaan masker tiga lapis selama proses KBM berlangsung," ujarnya saat temu media di Kota Mojokerto.

Ika yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto itu mengatakan saat ini bisa dilihat pada peta epidemiologi pada laman covid19.mojokertokota.go.id yang menyebut Kota Mojokerto telah berada di zona kuning dan sebagian di zona hijau. Menurutnya, pembelajaran tatap muka akan dilaksanakan dengan beberapa ketentuan, yakni diterapkan secara terbatas dan dengan tetap memberlakukan protokol kesehatan secara ketat.

AYO BACA : 5 Manfaat Daun Melinjo, Efektif Cegah Asam Urat dan Tingkatkan Imunitas

"Cuci tangan dengan sabun dan air sebelum memasuki dan setelah keluar kelas, menerapkan jaga jarak minimal 1,5 meter, serta menerapkan etika batuk dan bersin," ujarnya.

Ika mengatakan untuk siswa dengan kondisi yang kurang sehat, serta mengalami gejala batuk atau pilek, disarankan untuk sementara tidak mengikuti KBM tatap muka sampai kondisinya sehat. Pendidikan">Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto akan memastikan sarana dan prasarana pendukung protokol kesehatan di satuan pendidikan sesuai dengan standar, seperti memastikan ketersediaan tempat cuci tangan yang memadai, jumlah ketersediaan masker tiga lapis untuk siswa dan tenaga pendidik, tersedianya thermo gun. 

"Dan memastikan ketersediaan sekat di masing-masing bangku yang akan digunakan oleh siswa," ucapnya.

AYO BACA : Gubernur Khofifah: Pecel Telo Kuliner Wajib di Lumajang, Rasanya Endeus Banget

Ika mengatakan seluruh siswa yang akan mengikuti pembelajaran tatap muka, harus mendapatkan persetujuan dari orang tua atau wali terlebih dahulu. "Hal ini demi kepentingan psikologis dan kesiapan bersama," ujarnya.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

Kebakaran Hebat Melanda PT Mertex Mojokerto

Rabu, 8 September 2021 | 16:56 WIB
X