Rawon, Kuliner Khas Surabaya Ditahbiskan sebagai Sup Paling Enak se-Asia

- Jumat, 5 Maret 2021 | 14:51 WIB
Rawon, kuliner khas Surabaya. (Rawon Pak Pangat Wonokromo)
Rawon, kuliner khas Surabaya. (Rawon Pak Pangat Wonokromo)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Baru-baru ini, rawon dinobatkan menjadi sup atau makanan berkuah terbaik di Asia pada 2020, menurut kritikus restoran profesional dan suara penonton TasteAtlas yang sah.

Dalam polling yang diadakan TasteAtlas tersebut, masakan asal Indonesia mendominasi. Ada tiga makanan Tanah Air yang masuk 12 besar. Selain Rawon, ada Gulai Cincang di posisi ketiga dan Sayur Asem di posisi ke-12.

Pretasi ini disyukuri oleh Wahyudi Prasetiyo (29). Pria yang akrab disapa Yudi itu merupakan anak keenam dari tujuh bersaudara yang menjadi pemilik sekaligus pengelola Rawon Pak Pangat. Salah satu rawon legendaris di Surabaya. Setelah meninggalnya Supangat (Pak Pangat), depot rawon dikelola ketujuh ahli waris tersebut.

AYO BACA : 6 Tipe Pengendara Motor di Surabaya, Kamu Termasuk yang Mana?

Yudi mengaku senang mendengar kabar, makanan khas Jawa Timur itu dinobatkan sebagai sup terenak di Asia. Ia berharap, penobatan itu semakin mendorong rawon lebih dikenal di dunia. Yudi meyakini, penobatan rawon sebagai sup terenak di Asia, akan mendorong rasa penasaran wisatawan asing. Sehingga, mereka akan tertarik datang ke Jawa Timur, utamanya ke Surabaya, lebih khususnya ke Depot Rawon Pak Pangat.

"Seneng aja kalau (rawon) bisa dinobatkan sebagai sup paling enak di Asia. Kemungkinan bisa mendorong rawon semakin mendunia. Bisa menjadi jujugan turis-turis asing yang penasaran pengen coba," ujar Yudi ditemui Republika di Depot Rawon Pak Pangat, Jalan Ketintang Baru Selatan I, Gayungan, Surabaya, Jumat (5/3).

Yudi berharap, penobatan rawon sebagai sup terenak di Asia juga bisa berimbas pada penjualan yang diharapkannya terus meningkat. Apalagi semenjak pandemi Covid-19, Yudi mengakui depot rawon miliknya mengalami penurunan penjualan. Bahkan di enam bulan pertama wabah Corona masuk Indonesia, penurunan penjualan mencapai 75 persen.

AYO BACA : Mentawai Sumatera Barat Diguncang Gempa Magnitudo 5.8

"Enam bulan pertama awal pandemi itu turunnya drastis. Sampai 75 persen penurunannya," ujar Yudi menegaskan.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

Viral, Resep Sambal Jabrik Cepat Saji

Selasa, 2 November 2021 | 14:30 WIB

Manfaat Kacang Hijau, Dapat Mencegah Kanker

Jumat, 22 Oktober 2021 | 18:38 WIB

Catat! Manfaat Makan Bersama Keluarga Bagi Anak

Jumat, 22 Oktober 2021 | 13:30 WIB

Kapan Usia Anak Mulai MPASI?

Kamis, 21 Oktober 2021 | 17:45 WIB

Resep Baso Aci Instan, Mudah dan Enggak Pakai Ribet!

Selasa, 19 Oktober 2021 | 08:37 WIB

Resep dan Cara Membuat Mochi Jepang Isi Cokelat

Senin, 18 Oktober 2021 | 22:19 WIB
X