Serikat Buruh Nilai Gubernur Jatim Korbankan Warganya demi Investasi

- Kamis, 25 November 2021 | 09:18 WIB
Wakil Presiden Republik Indonesia Ma'ruf Amin dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.  (Setkab)
Wakil Presiden Republik Indonesia Ma'ruf Amin dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Setkab)

GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, telah menetapkan UMP Jatim 2022 naik senilai Rp22.790, atau hanya sebesar 1,2%.

Penetapan UMP itu tersurat dalam Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/783/KPTS/013/2021 tentang Upah Minimum Provinsi Jawa Timur tahun 2022.

Menanggapi UMP Jatim 2022 tersebut, serikat buruh menilai Khofifah terlalu tunduk dengan pemerintah pusat.

Juru Bicara Gerakan Serikat Pekerja (Gasper) Jatim, Jazuli menilai, ada maksud tertentu dibaliknya. Salah satunya adalah menarik investor, namun mengorbankan warganya sendiri.

Baca Juga: Cara Membuat Kartu Ucapan Hari Guru Nasional 2021 yang Mudah dan Praktis dengan Canva

Jazuli menganggap penerapan kebijakan politik upah murah untuk menarik investasi oleh Khofifah tak hanya mengorbankan rakyatnya, tapi juga para buruh. Menurutnya, kaum buruh dipekerjakan hanya untuk dieksploitasi.

Oleh karena itu, ia dan serikat pekerja atau buruh se-Jatim bakal turun lagi ke aspal Kota Surabaya untuk melakukan aksi unjuk rasa. Bahkan dengan jumlah massa yang lebih besar.

Rencananya, aksi akan berlangsung pada Kamis (25/11/2021), Jumat, Senin, dan Selasa yang akan datang. Puncaknya, akan dilakukan pada Senin (29/11/2021).

Pada puncak aksi itu, Jazuli menyebut akan melibatkan puluhan ribu peserta aksi. Tercatat, sekitar 50.000 massa akan memenuhi aksi.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Update Jumlah Korban Tewas Letusan Gunung Semeru

Senin, 6 Desember 2021 | 11:43 WIB

Letusan Gunung Semeru Makan Korban Jiwa

Minggu, 5 Desember 2021 | 07:27 WIB

Gunung Semeru Erupsi Sabtu Sore Pukul 15.30 WIB

Sabtu, 4 Desember 2021 | 16:52 WIB
X