Mudik Dilarang, Kapal Barang Malah Angkut Ratusan Pemudik Pulau Bawean

- Senin, 11 Mei 2020 | 18:13 WIB
Pemudik berangkat ke Bawean dengan kapal barang Gili Iyang. [Suara.com/Amin Alamsyah]
Pemudik berangkat ke Bawean dengan kapal barang Gili Iyang. [Suara.com/Amin Alamsyah]

GRESIK, AYOSURABAYA.COM — Ternyata tidak semua orang melaksanakan larangan mudik Lebaran dari Kementerian Perhubungan.

Faktanya, di lapangan aturan itu banyak kelonggaran. Imbasnya jumlah pemudikmeningkat setiap harinya.

Di Kabupaten Gresikmisalnya, angkutan kapal barang menuju Kepulauan Bawean yang semestinya untuk mengangkut logistik dan barang kini juga bisa mengangkut orang mudik. Pemerintah daerah bahkan memperbolehkan, asalkan kapasitas hanya 50 persen dari total kapasitas muatan.

Pantauan di Pelabuhan Gresik, pada Senin (11/5/2020) siang, tercatat sebanyak 95 penumpang kapal Gili Iyang dengan rute perjalanan Gresik-Bawean. Sebelum masuk ke kapal, para penumpang diperiksa kelengkapan. Seperti membawa surat sehat bebas dari Virus Corona dan surat penting lainnya.

Salah satu pemudik Farida (40), menuturkan semula dirinya memang menahan untuk tidak mudik, karena ada larangan pulang kampung. Namun beredar informasi jika banyak tetangganya diperbolehkan pulang, dia akhirnya menyusul.

Farida diketahui merupakan warga Bawean yang merantau di Sidoarjo. Untuk bisa pulang, ia memenuhi persyaratan yang dianjurkan pemerintah. Seperti membawa surat sehat dari Puskesmas dan surat dari desa, kalau dirinya diperbolehkan pulang.

“Saya sudah lengkapi semua suratnya, jadi saya mau pulang lebaran di rumah,” katanya saat ditemui di Pelabuhan Gresik.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim menyampaikan pihaknya tidak bisa melarang orang yang hendak mudik. Sebab kepulangan mereka bisa jadi ada keperluan yang mendesak. Seperti merawat orang tua yang sedang sakit atau tidak ada lagi pekerjaan di perantauan.

“Dipastikan orang yang ingin kembali betul-betul sehat. Ada pernyataan di daerah asal kalau dirinya diperbolehkan pulang, lalu yang bersangkutan mau diisolasi secara mandiri selama 14 hari,” jelas Qosim saat dihubungi melalui selulernya.

Halaman:

Editor: Regi Yanuar Widhia Dinnata

Tags

Terkini

Kali Lamong Meluap, 7 Desa di Gresik Banjir

Senin, 15 Maret 2021 | 14:32 WIB

Bupati Gresik Tolak Mobil Dinas Baru

Sabtu, 6 Maret 2021 | 20:36 WIB

Bupati Gresik Tegur ASN yang Kerjanya Lemot

Senin, 1 Maret 2021 | 10:30 WIB

Hari Ini Ratusan ASN Gresik Menjalani Vaksinasi

Rabu, 24 Februari 2021 | 14:07 WIB

Hari Ini Stasiun Indro Gresik Dibuka

Rabu, 10 Februari 2021 | 11:13 WIB
X