Kades di Gresik Tolak Cairkan BLT Corona dari Jokowi: Tak Merata

- Selasa, 5 Mei 2020 | 18:51 WIB
ilustrasi uang. (Ayobandung.com)
ilustrasi uang. (Ayobandung.com)

GRESIK, AYOSURABAYA.COM — Pemdes Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik enggan mencairkan bantuan langsung tunai (BLT) Kemendes.

Penyebabnya, Pemdes Sekapuk menilai banyak warganya tidak masuk dalam kriteria yang dimaskud dalam menerima bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) terdampak Covid-19.

Bahkan, Pemdes Sekapuk melalui Kades Abdul Halim mengaku siap menerima sanksi dari pemerintah pusat karena tidak mencaikan BLT. Saksi itu berupa penghentian penyaluran dana desa tahap III tahun ini.

Dalam pelaksanaanya, BLT dana desa bisa dicairkan dalam beberapa syarat. Penerima BLT tidak menerima bansos dari pusat, seperti progam PKH maupun BPNT dan lainnya. Kemudian kondisi rumah tidak berlantai tanah, penerangan tanpa listrik atau secara global dikategorikan menjadi orang miskin.

Dari pemerintah pusat sendiri, warga miskin yang dimaksud berhak menerima bantuan sebanyak Rp 600 ribu per bulan. Bantuan itu berlangsung hanya 3 bulan. Setidaknya ada Rp 1,8 juta yang bisa diterima jika BLT dicairkan.

“Masalahnya di desa kami orang-orang miskin dalam kriteria pemerintah sudah terbantu oleh progam yang ada. Jadi itulah alasan kami di Pemdes tidak mencairkan dana BLT,” kata Halim saat dihubungi, Selasa (5/5/2020).

Di Desa Sekapuksendiri ada sebanyak 1.443 KK penduduk. Sedangkan 190 KK tergolong orang miskin tapi sudah ditanggung oleh PKH dan BPMT. Kemudian penduduk lainnya, tidak masuk dalam 14 kriteria yang dimaksud. Rata-rata penduduk desa rumahnya sudah berlantai keramik.

“Saya tahu tidak mencairkan anggaran BLT akan beresiko dengan pencairan DD, tapi mau bagaimana. Ketimbang saya memaksakan dan memalsukan data, hukumannya lebih berat. Yakni pidana penjara paling lama 2 tahun dan denda sebanyak Rp 50 juta,” jelasnya.

Mesti memilih tidak mencairkan, Halim setidaknya selama pandemi covid-19 sudah mencairkan bantuan 3 kali berupa sembako kepada semua warganya. Antara lain, bantuan pertama tanggal 26 Maret dengan anggaran yang dikeluarkan sebanyak Rp 105 juta sumber asli pendapatan desa.

Halaman:

Editor: Regi Yanuar Widhia Dinnata

Tags

Terkini

Kali Lamong Meluap, 7 Desa di Gresik Banjir

Senin, 15 Maret 2021 | 14:32 WIB

Bupati Gresik Tolak Mobil Dinas Baru

Sabtu, 6 Maret 2021 | 20:36 WIB

Bupati Gresik Tegur ASN yang Kerjanya Lemot

Senin, 1 Maret 2021 | 10:30 WIB

Hari Ini Ratusan ASN Gresik Menjalani Vaksinasi

Rabu, 24 Februari 2021 | 14:07 WIB

Hari Ini Stasiun Indro Gresik Dibuka

Rabu, 10 Februari 2021 | 11:13 WIB
X