3 Jenis Diet yang Dinilai Manjur Menurunkan Berat Badan

- Rabu, 27 Januari 2021 | 06:31 WIB
Ilustrasi - Berbagai macam jenis diet melalui teknik periklanannya menjanjikan penurunan berat badan secara efektif. ( Steve Buissinne dari Pixabay)
Ilustrasi - Berbagai macam jenis diet melalui teknik periklanannya menjanjikan penurunan berat badan secara efektif. ( Steve Buissinne dari Pixabay)

GUBENG, AYOSURABAYA.COM -- Berbagai macam diet bisa menjadi pilihan untuk penurunan berat badan. Namun, tidak semua diet memberikan dampak penurunan berat badan yang konstan dan berdampak baik bagi kesehatan. Beberapa jenis diet mungkin dapat memengaruhi perubahan berat badan, tapi berdampak kepada menurunnya kondisi kesehatan akibat penurunan berat badan drastis. 

Berbagai macam jenis diet melalui teknik periklanannya menjanjikan penurunan berat badan secara efektif. Alhasil, produk mereka cepat menarik perhatian dan perbincangan publik. Meski nyatanya, efektivitas produk-produk yang dijual tersebut membutuhkan syarat dan ketentuan tertentu dari diri seorang konsumen.

Jenis-jenis Diet yang Populer
Sebut saja diet mayo, diet tinggi protein, dan diet shake. Ketiga diet ini sempat menjadi perbincangan hangat dan dianggap mampu memberikan penurunan berat badan dengan lebih cepat dibandingkan teknik-teknik diet lain. Namun, tahukah Anda mengenai dampak dari penurunan berat badan terlalu cepat seperti yang ditawarkan ketiga macam diet ini?

1. Diet mayo
Diet mayo yang sebenarnya merupakan diet penurunan berat badan yang difokuskan kepada pengubahan gaya hidup menjadi lebih sehat. Namun sayangnya, ada pemahaman dan penerapan diet mayo yang keliru. Pemahaman keliru mengenai diet mayo ini erat dikaitkan dengan diet grapefruit atau diet mayo palsu. Secara khusus, diet mayo menganjurkan seseorang untuk mengonsumsi rendah karbohidrat tetapi tinggi lemak dengan menyisipkan grapefruit sebagai salah satu menu utama di dalamnya.

AYO BACA : Cara Minum Air Putih yang Dianjurkan untuk Turunkan Berat Badan

Diet grapefruit yang mengandalkan enzim pembakar lemak menjanjikan penurunan berat badan yang mencapai 5 kg dalam waktu 12 hari. Konsumsi rendah kalori yang mengutamakan buah yang bernutrisi tinggi seperti grapefruit memang merupakan pilihan yang baik untuk menurunkan berat badan. Namun sayangnya, penurunan berat badan yang drastis karena menjalani diet mayo palsu ini kurang direkomendasikan karena bukan hanya kehilangan lemak, tapi tubuh dapat kehilangan cairan dan massa otot. Ditambah lagi bahwa kemampuan enzim pembakar lemak yang masih belum didukung oleh penelitian klinis menjadikan diet ini masuk ke dalam kategori tidak disarankan.

2. Diet tinggi protein
Sesuai dengan nama program ini, pelaku diet dianjurkan untuk mengonsumsi makanan-makanan yang tinggi kandungan protein akan tetapi di waktu yang sama membatasi konsumsi karbohidrat dari biji-bijian, buah-buahan, sayur-sayuran, dan juga sereal. Gagasan yang ingin disampaikan  adalah meminimalkan asupan karbohidrat sehingga menjadikan proses penurunan berat badan terjadi lebih cepat. Asupan karbohidrat yang minim ini membuat tubuh membakar lemak lebih banyak sebagai reaksi alami tubuh dalam menghasilkan energi.

Diet tinggi protein sendiri pada umumnya tidak berbahaya untuk jangka pendek. Akan tetapi, bukan berarti diet ini bebas dari risiko sama sekali. Beberapa masalah kesehatan yang dapat ditimbulkan adalah:

  • Terlalu membatasi asupan karbohidrat seperti buah-buahan dan sayur sayuran dapat membuat tubuh kekurangan nutrisi dan serat. Jika ini terjadi, dapat muncul permasalahan kesehatan bau mulut, sakit kepala, dan konstipasi.
  • Konsumsi makanan yang mengandung protein tinggi, seperti daging merah dan produk-produk berbahan susu berlemak, dapat menyebabkan kolesterol tinggi dan meningkatkan risiko penyakit jantung.
  • Diet tinggi protein berisiko menjadikan urine mengandung kalsium. Sebagian ahli pun percaya, kondisi ini dapat menyebabkan osteoporosis dan batu ginjal. Walau demikian, para ahli masih meneliti tentang kedua efek tersebut pada tubuh.
  • Dianjurkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum melakukan diet ini. Dokter juga dapat membantu membuat rencana diet yang tetap mengandung nutrisi yang diperlukan tubuh. Terutama bagi penderita penyakit ginjal, diet tinggi protein sebaiknya dihindari karena dapat mengganggu fungsi ginjal.

3. Diet Shake
Sebagai alternatif, cobalah susu diet (diet shake) yang rendah kalori sebagian bagian dari skema diet Anda. Sebuah penelitian yang dilakukan di tahun 2010 menunjukkan bahwa diet shake  yang mengandung nutrisi makro esensial bagi tubuh berhasil menurunkan berat badan pada 93 persen partisipan yang mengalami obesitas. Tidak hanya itu, diet shake juga dapat mengubah komposisi tubuh termasuk perbaikan pada komponen radang dan stres oksidatif yang merupakan faktor kunci pemicu penyakit kronik.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

Video Syur Gabriella Larasati: Malu Ketemu Orang

Rabu, 20 Oktober 2021 | 12:48 WIB

Mengenal Puber Kedua, Ini Penjelasan Berdasarkan Medis

Selasa, 19 Oktober 2021 | 19:59 WIB

Cara Mengecilkan Pinggang Secara Sederhana

Senin, 18 Oktober 2021 | 21:07 WIB

Bacaan Niat Puasa Pengganti, Simak Tata Caranya

Minggu, 17 Oktober 2021 | 08:47 WIB

Stres dan Depresi Dapat Sembuh dengan Olahraga Rutin

Minggu, 17 Oktober 2021 | 07:35 WIB

Bacaan Niat Tayamum, Lengkap dengan Arti dan Syaratnya

Minggu, 17 Oktober 2021 | 07:19 WIB

Cara Menghilangkan Komedo dengan Cepat dan Mudah

Jumat, 15 Oktober 2021 | 16:54 WIB

Awas! Sering Jerawatan, Tanda Bahwa Tubuh Penuh Racun

Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:24 WIB
X