10 Mitos Turunkan Berat Badan yang Perlu Diwaspadai

- Selasa, 5 Januari 2021 | 17:03 WIB
Ilustrasi diet.(Pixabay)
Ilustrasi diet.(Pixabay)

AYOSURABAYA.COM--Sebagian besar orang mempercayai beberapa mitos mengenai cara menurunkan berat badan.

Karena itu, di awal tahun 2021, mungkin banyak orang yang memiliki ‘pekerjaan rumah’ untuk menurunkan berat badan.

Berbicara soal penurunan berat badan, berikut ada beberapa mitos yang sering disalahpahami masyarakat. Berikut uraiannya seperti dilansir dari laman Medical News Today pada Selasa (5/1/2021):

1. Melewatkan sarapan membantu menurunkan berat badan
Selama ini banyak yang percaya bahwa tidak sarapan dapat membantu menurunkan berat badan. Sayangnya, para peneliti mengatakan bahwa itu hanya mitos. Sebuah studi, yang diterbitkan pada tahun 2010, menganalisa informasi asupan makanan dari 2.184 orang berusia 9 hingga 15 tahun. Dua puluh tahun kemudian, para peneliti meminta informasi yang sama lagi.

Mereka membandingkan data dari orang-orang yang melewatkan sarapan selama masa kanak-kanak dan dewasa, dengan data peserta yang selalu sarapan. Menariknya, peserta yang tidak sarapan selama masa kanak-kanak dan dewasa cenderung memiliki lingkar pinggang lebih besar dan kadar kolesterol total lebih tinggi.

2. Makan cabai bantu menurunkan berat badan
Beberapa orang percaya bahwa makanan seperti nanas, jahe, bawang merah, alpukat, asparagus, seledri, cabai, brokoli, teh hijau, dan bawang putih mempercepat metabolisme tubuh, sehingga membantu tubuh membakar lemak. Sayangnya ini hanya mitos.

3. Suplemen penurun berat badan dapat membantu
Produk suplemen tertentu mengklaim bahwa mereka juga membantu tubuh membakar lemak. Pada kenyataannya, ini umumnya tidak efektif dan berbahaya. Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat melaporkan bahwa mereka telah menemukan ratusan produk suplemen berbahan tidak aman atau senyawa yang belum cukup dipelajari pada manusia.

4. Makanan rendah lemak membantu menurunkan berat badan
Tentu saja, makanan rendah lemak lemak cenderung mengandung lebih sedikit lemak. Namun, beberapa produk terkadang memiliki tambahan gula atau garam. Perlu dicatat bahwa rendah lemak tidak selalu berarti kandungan lemaknya sedikit. Bisa saja, itu berarti kandungan lemak suatu produk lebih rendah daripada versi lemak penuhnya.

5. Jangan ngemil
Orang mungkin percaya bahwa ngemil adalah dosa utama dari diet. Namun, dalam beberapa kasus, ngemil dapat membantu seseorang mengelola asupan kalori dengan lebih efektif. Cuma tetap ya pilih camilan yang sehat semisal buah-buahan atau yogurt rendah lemak.

Halaman:

Editor: Adi Ginanjar Maulana

Tags

Terkini

X