Cegah Covid-19 dengan Konsumsi Kunyit! Perhatikan Khasiat dan Cara Mengolahnya

- Kamis, 24 September 2020 | 10:27 WIB
Ilustrasi--Kunyit (pixabay)
Ilustrasi--Kunyit (pixabay)

GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- Salah satu upaya agar terhindar dari Corona adalah meningkatkan daya tahan tubuh. Saat ini banyak masyarakat mengonsumsi berbagai jenis vitamin atau asupan tertentu untuk meningkatkan imunitas tubuh. Tapi pernahkah Anda mencoba mengonsumsi kunyit untuk menjaga imunitas?

Dikutip dari Buku Saku Bahan Pangan Potensialuntuk Anti Virus dan Imun Booster dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian Kementerian Pertanian, Kunyit atau Curcuma Kdomestica Val merupakan tanaman obat dengan kandungan bahan aktif utama kurkumin sebesar 3-5%. Kunyit termasuk dalam 10 jenis tanaman obat yang paling banyak digunakan oleh pengobat tradisional dari berbagai suku di Indonesia.

Dalam penggunaannya kunyit bisa digunakan secara tunggal atau biasanya dicampurkan dengan berbagai ramuan obat tradisional atau jamu, minuman kesehatan, bumbu dapur dan formula kecantikan.

Komponen Aktif dan Manfaat

Senyawa utama rimpang kunyit adalah kurkuminoid, suatu golongan flavonoid yang memiliki 3 senyawa turunan yaitu kurkumin, bisdesmetoksikur-kumin dan desmetoksikurkumin. Kunyit sudah banyak diteliti baik secara in vitro maupun in vivo pada tahap pra klinis serta riset klinis dan terbukti memiliki banyak manfaat terhadap kesehatan.Tidak kurang dari 3000 uji pra klinis telah dilakukan terhadap kurkumin.

Manfaat kunyit secara umum bagi kesehatan antara lain sebagai antioksidan, antiinflamasi, antitumor, antimikroba, pencegah kanker, menurunkan kadar lemak darah dan kolesterol, serta sebagai pembersih darah. Hasil uji klinis kurkumin dapat meningkatkan sistem imunitas tubuh yaitu berperan sebagai imunomodulator. Kurkumin bersama beberapa bahan aktif sudah diteliti berpotensi sebagai  kandidat antivirus SARS-CoV-2.

AYO BACA : Tipu Warga Sampai Rp 18 Miliar, Dukun Palsu Akhirnya Dibekuk Polisi

Kurkumin mampu berikatan dengan reseptor protein SARS-CoV 2, melalui ikatan dengan domain protease (6Lu7) dan spike glikoprotein. Ikatan ini berpotensi untuk menghambat aktivitas Covid-19. Hasil penelitian lain di India juga menyimpulkan bahwa kurkumin dan katekin keduanya memiliki ikatan/afinitasyang  kuat  dengan S-protein dan ACE2.  

ACE2 merupakan reseptor/pintu masuk virus. Hal  itu menunjukkan bahwa kurkumin dapat memblokir reseptor sel inang untuk masuknya virus sehingga infeksi virus dapat  dicegah.  Selain  itu  kedua polifenol tersebut (kurkumin dan katekin) merupakan imuno stimulan yang kuat.Kurkumin diketahui menghambat pelepasan senyawa tubuh  penyebab peradangan atau sitokin proinflamasi seperti interleukin-1, interleukin-6 dan tumor necrosis factor-α.

Halaman:

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Terkini

X